Sejauh mana kau memikirkan masa depanmu?

Bukan, bukan tentang 5 atau 10 tahun kedepan.

Tapi ini tentang masa tua.

Bayangkan seperti apa nanti rupamu ketika berumur 70 tahun?

Atau mungkin kau bepikir umurmu tak akan sampai sana?

Bayangkan, apa yang sedang kau lakukan kelak di umur mu itu?

Apa kau masih bersama dengan cinta sejatimu kelak?

Masih saling menatap satu sama lain dengan cinta dan bersama dengan kulit keriputmu?

Atau kau sedang duduk sendirian dalam ruangan kosong dan hanya ada suara televisi yang menemani. Sambil memikirkan sedang apa cintaku diatas sana, dan sekali lagi, hanya hatimu yang tau bahwa kau sedang merindukan sosok dia ada disampingmu meski hanya sekejap saja.

Atau, kau akan hidup dalam kekurangan, karena kau memilih keputusan yang salah, dan kau tak akan bisa lagi memutar waktu?

Atau, kau akan menjadi sosok yang lupa tentang anak atau bahkan kerabatmu. Dan akan selalu ada ruang kosong dihatimu karena ada satu orang yang kau coba ingat, tapi tak berhasil.

Masa depan selalu menjadi misteri yang kuasa.

Coba kau pikirkan apa rasanya diam di sebuah ruangan dan kau tak punya tenaga apa-apa untuk melakukan sesuatu.

Tidur sendirian, merasa kesepian, tapi kau tak punya banyak tenaga untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam hatimu.

Aku pernah melihat nenek sendiri, tidur dalam ruangan yang hanya ada ranjang, televisi.

Tapi ketika saya coba tinggal dia hanya bisa berkata “tolong disini sebentar”

Beliau membaca alkitab satu halaman dalam kurun waktu 5 jam. Bongkok dan membaca kalimat itu berkali-kali.

Mungkin ia merasa kalimat itu adalah temannya.

Menonton televisi hanya sebagai hiburan, mata kosong, karena tujuannya adalah membuang waktu sebanyak mungkin agar hari ini cepat berganti ke hari berikutnya.

Terkadang saya ingin bertanya apa kau rindu suamimu?

Suami yang bahkan kau tak tahu kapan wafatnya

Mata adalah jendela hati, dan setiap kali kulihat matanya, aku tau hatinya kesepian, melihat anaknya yang tak pernah bersikap hangat kepadanya. Dan melihat cucunya yang sudah jarang dirumah.

Dan selalu sampai kapanpun, saya takut menjadi tua.

Karena percaya tidak percaya, alam semesta ini selalu mempunyai cara nya sendiri untuk memilih kita.

Alam semesta ini selalu tau bagaimana caranya menyeleksi manusia.

Mereka selalu punya andil akan apapun yang terjadi di hidup kita.

Coba sekarang kau bayangkan bagaimana masa tuamu nanti.

Apakah akan menyenangkan, seperti masih bisa menikmati makan malam bersama dengan anak dan cucu dan kau masih bisa merasakan cinta di sana.

Atau kau akan sendirian dalam suatu ruangan dan kau menyesal akan hal-hal beresiko yang tak pernah kau ambil selagi kau mampu.

Semoga siapapun itu akan mempunyai masa tua yang setidaknya membuatmu mensyukuri hidup ini.

Karena percayalah, apa yang kau tabur itu yang kau tuai.

Setidaknya jadilah terang dan pasanglah senyum tulusmu di manapun kau berada.